Belajar Menjadi Orang Tua Bijak
Anak adalah generasi masa depan bangsa. Jika semasa kecil anak-anak tumbuh sehat dan dididik dengan baik, niscaya akan lahir pula generasi bangsa yang hebat. Tapi, menghasilkan anak-anak cerdas dan sehat bukan perkara mudah. Dibutuhkan orang tua yang bijak untuk menghasilkan generasi bangsa yang hebat pula. Lalu bagaimana cara menjadi orang tua bijak?
Seringkali, orang tua merasa bahwa anak adalah milikinya sehingga memaksakan setiap kehendaknya kepada anak-anak. Padahal, anak-anak memiliki kemauan sendiri yang bisa saja berbeda dari kemauan orang tuanya. Hal ini akan membuat anak memberontak dan melawan orang tua.
Kondisi seperti ini akan membuat anak-anak menjadi stress. Dan karena stress, anak-anak biasanya akan mencari kesenangan di luar. Anak-anak tidak akan betah tinggal di rumah.
Sementara di luar sana, kita tidak tahu dengan siapa ia bergaul. Ia bisa saja bergaul dengan anak-anak lain yang berkelakuan buruk. Dan kelakuan buruk itu bisa saja ditularkan kepada anak-anak kita.
Bagaimanapun, lingkungan adalah salah satu yang mempengaruhi perkembangan anak Perangainya pun, sedikit banyak akan dipengaruhi oleh teman-teman dalam pergaulannya.Jika anak tumbuh menjadi nakal dan tidak patuh pada orang tua, jangan terburu-buru menyalahkannya. Bisa jadi ada yang salah dalam pola asuh yang kita terapkan. Cara terbaik untuk memperbaiki adalah dengan membangun komunikasi. Duduk bersama anak, dan dengarkan keluh kesahnya.
Ingat, setiap anak terlahir dari rahim ibunya dalam keadaan suci tanpa dosa. Tapi akan seperti apa mereka dalam kehidupannya ke depan, tergantung pada pola asuh yang diterapkan oleh kedua orang tuanya. (*)
Seringkali, orang tua merasa bahwa anak adalah milikinya sehingga memaksakan setiap kehendaknya kepada anak-anak. Padahal, anak-anak memiliki kemauan sendiri yang bisa saja berbeda dari kemauan orang tuanya. Hal ini akan membuat anak memberontak dan melawan orang tua.
Kondisi seperti ini akan membuat anak-anak menjadi stress. Dan karena stress, anak-anak biasanya akan mencari kesenangan di luar. Anak-anak tidak akan betah tinggal di rumah.
Sementara di luar sana, kita tidak tahu dengan siapa ia bergaul. Ia bisa saja bergaul dengan anak-anak lain yang berkelakuan buruk. Dan kelakuan buruk itu bisa saja ditularkan kepada anak-anak kita.
Bagaimanapun, lingkungan adalah salah satu yang mempengaruhi perkembangan anak Perangainya pun, sedikit banyak akan dipengaruhi oleh teman-teman dalam pergaulannya.Jika anak tumbuh menjadi nakal dan tidak patuh pada orang tua, jangan terburu-buru menyalahkannya. Bisa jadi ada yang salah dalam pola asuh yang kita terapkan. Cara terbaik untuk memperbaiki adalah dengan membangun komunikasi. Duduk bersama anak, dan dengarkan keluh kesahnya.
Ingat, setiap anak terlahir dari rahim ibunya dalam keadaan suci tanpa dosa. Tapi akan seperti apa mereka dalam kehidupannya ke depan, tergantung pada pola asuh yang diterapkan oleh kedua orang tuanya. (*)
Labels:
Parenting


No comments: